Pengertian Osilator dan Prinsip Kerjanya dalam Dunia Elektronika

Pengertian Osilator dan Prinsip Kerjanya dalam Dunia Elektronika

Pengertian Osilator dan Prinsip Kerjanya- Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan osilator, bukan? Osilator merupakan suatu rangkaian elektronika yang sering kali dibahas apabila anda mempelajari elektronika. Keberadaan osilator di kehidupan sehari-hari ternyata juga sangat dibutuhkan. Untuk mengingatkan anda kembali mengenai osilator, berikut penjelasan mengenai pengertian osilator dan prinsip kerjanya.

Pengertian


Osilator atau Oscillator adalah suatu rangkaian elektronika yang menghasilkan sejumlah getaran atau sinyal listrik secara periodik dengan amplitude yang konstan. Jadi sinyal arus DC (searah) dari rangkaian alat pencatu daya atau Power Supply dikonversikan oleh rangkaian osilator menjadi sinyal AC (bolak-balik) sehingga menghasilkan sinyal listrik pada periodik yang memiliki amplitude konstan.

Periodik yang dimaksud dalam pengertian osilator ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kali getaran atau waktu yang dibutuhkan pada satu siklus gelombang bolak-balik. Sedangkan amplitude adalah simpangan terjauh yang diukur dari titik keseimbangan dalam suatu getaran. Gelombang yang dihasilkan pada osilator adalah gelombang sinus (sinusoide wave), gelombang kotak (square wave), dan gelombang gigi gergaji (saw tooth wave).

Jenis-jenis

Osilator dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori. Berdasarkan pembangkitannya osilator dibagi menjadi 2, yaitu osilator self sustaining dan osilator nonself sustaining. Selanjutnya osilator juga dapat dikelompokkan berdasarkan gelombang yang dibangkitkan, yaitu osilator sinusoidal atau osilator harmonic dan osilator relaksasi. Osilator sinusoidal menghasilkan suatu bentuk gelombang sinusoidal atau mendekati sinusoidal pada frekuensi tertentu. Sedangkan osilator relaksasi menghasilkan suatu bentuk gelombang seperti segi empat dan gigi gergaji. Kemudian osilator dapat pula dikelompokkan berdasarkan karakteristik frekuensi keluarannya, yaitu:



Osilator frekuensi rendah atau low frequency oscillator: merupakan osilator yang dapat membangkitkan frekuensi rendah di bawah 20 Hz.
Osilator audio atau audio oscillator: merupakan osilator yang dapat membangkitkan frekuensi audio di antara 16 Hz sampai 20 kHz.
Osilator frekuensi radio atau radio oscillator: merupakan osilator yang dapat membangkitkan frekuensi radio di antara 100 kHz sampai 100 GHz.

Teori rangkaian

Osilator dapat dibuat dengan menggunakan beberapa teknik dasar, yaitu:
Menggunakan komponen-komponen yang memperlihatkan karakteristik resistansi negatif serta pada umumnya menggunakan diode terobosan dan UJT.
Menggunakan umpan balik postif pada penguat. Umpan balik positif ini menguatkan desah internal yang terdapat pada penguat. Jika keluaran penguat sefasa dengan masukkannya, maka osilasi akan terjadi.

Prinsip Kerja

Suatu rangkaian osilator yang sederhana memiliki 2 bagian utama yaitu penguat (amplifier) dan umpan balik (feedback). Pada dasarnya sebuah osilator membutuhkan sinyal yang kecil yang berasal dari penguat. Osilasi akan terjadi jika penguat ditambahkan suatu arus listrik untuk menghasilkan sinyal kecil. Sinyal kecil tersebut akan menjadi umpan balik ke penguat. Oleh sebab itu jika keluaran penguat sama dengan fasa dari sinyal umpan balik itu maka osilasi akan terjadi. Dalam osilator umpan balik, umpan balik positif dari luar cukup untuk membuat hasil yang tidak terhingga dan memberikan resistansi negatif yang diperlukan untuk menanggulangi peredaman alami dari isolator.



Dalam suatu osilator tidak ada sinyal yang diberikan dari luar. Sinyal awal untuk menyulut osilasi biasanya diberikan oleh tegangan derau yang muncul sewaktu catu daya dihidupkan. Seluruh osilator umpan balik memerlukan beberapa devais atau mekanisme yang menyediakan penguatan yang mana akan dikombinasikan dengan sebuah susunan umpan balik. Pada penguat atau amplifier, maka terdapat penguatan tegangan yang input dan outputnya terhubung melalui rangkaian umpan balik. Hal ini mengembalikan sebuah fraksi dari tegangan output ke input. Pada umumnya penguat dan rangkaian umpan balik akan mengubah besar dan fasa dari sinyal.

Begitulah penjelasan seputar Pengertian Osilator dan Prinsip Kerjanya. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi bahan belajar anda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Osilator dan Prinsip Kerjanya dalam Dunia Elektronika

0 komentar:

Post a Comment