Rangkaian Laser pada Alarm Sistem Keamanan

Rangkaian Laser pada Alarm Sistem Keamanan

Rangkaian Laser pada Alarm Sistem Keamanan – Sinar laser sebenarnya berbahaya apalagi jika sinar laser sampai mengenai mata. Bisa saja mata mengalami kerusakan bahkan kebutaan. Untuk kepentingan tertentu, laser memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu manfaat laser ialah sebagai sumber sinar dalam rangkaian alarm sistem keamanan rumah.



Ada banyak lampu laser yang dijual di pasaran dengan fungsi sebagai pointer dan lain sebagainya. Sinar laser juga terkadang dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung untuk aksi jahil. Misalnya menggangu pandangan orang lain dengan menyorotkan sinar laser ke arah mata. Padahal, tindakan tersebut sangat berbahaya bagi mata yang terkena sinar laser.

Laser merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Rangkaian laser ialah mekanisme alat yang mengeluarkan radiasi elektromagnetik melalui proses pancaran terstimulasi dalam bentuk cahaya yang bisa dilihat dan tidak bisa dilihat langsung oleh mata.

Fungsi Laser pada Sistem Keamanan

Rangkaian laser dioda (photodiode) merupakan komponen dalam perangkat sistem keamanan. Fungsi dari cahaya laser tersebut ialah sebagai peringatan atau tanda ketika area yang dipasang laser dilewati oleh seseorang. Kemudian reaksi tersebut diterima oleh alarm sehingga memicu alarm untuk memberikan sinyal adanya gangguan.

Sistem keamanan dengan rangkaian laser pointer sangat bermanfaat untuk melindungi tempat yang menyimpan sejumlah barang berharga untuk menghindari aksi pencurian.

Sekilas tampak sederhana merangkai rangkaian laser untuk sistem keamanan. Keahlian dan kemampuan dalam bidang elektronika harus dimiliki apabila ingin tau cara membuat lampu laser sendiri. Komponen yang diperlukan juga harus dipahami masing-masing fungsinya.

Cara Kerja Rangkaian Laser

Cara kerja sinar laser ada yang menggunakan laser (photodiode) PN di modus reverse bias sebagai pendeteksi intensitas cahaya. Seperti laser infra merah yang terdapat pada alarm keamanan rumah. Jadi, laser akan membuat photodiode bekerja untuk memberikan bias dasar ke transistor (T1). T1 NPN akan aktif dan mengambil reset pin4 dari IC 1. IC1 sendiri ialah kabel osilator astable menggunakan R3, C3, dan VR1. Ketika pin menjadi tinggi, osilator stable baru bisa digunakan.

Ketika sorotan laser istirahat, maka seluruh photodiode akan berhenti dan transistor T1 akan mati. Pada saat T1 mati, tegangan kolektor transistor T1 akan naik dan memungkinkan IC1. Selanjutnya, pulsa output IC1 akan mengaktifkan nada speaker dan alarm otomatis berbunyi.
Pada saat alarm menghasilkan bunyi, rangkaian laser atau infra merah akan memancarkan sinar hingga jarak 5 meter apabila LED infra merah diapait oleh tabung hitam.

Tegangan dan Daya untuk Laser Dioda

Salah satu jenis laser yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ialah laser diode. Kebutuhan arus listrik, tegangan, dan daya untuk mengaktifkan laser dioda tidak begitu tinggi. Laser ini hanya membutuhkan tegangan 3 volt-12 volt DC. Oleh sebab itu, laser diode bisa dioperasikan menggunakan baterai sebagai sumber daya.



Sejumlah perangkat elektronika yang menggunakan laser dioda diantaranya ialah optic DVD/VCD dan sejenisnya, pointer laser, konsol game, barcode scanner, laser printer, sistem fiber optic, dan masih banyak lagi.

Laser dioda biasa digunakan dalam rangkaian sistem keamanan memiliki intensitas sangat rendah bila dibandingkan dengan laser jenis lain. Oleh sebab itu, rangkaian laser ini tidak bisa digunakan sebagai pemotong atau alat untuk melubangi benda tertentu.
Walaupun demikian tetap jauhkan rangkaian laser dari mata karena dampak buruk pada retina mata apabila terpapar laser secara langsung. Bila perlu, gunakan kacamata khusus laser agar terhindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Rangkaian Laser pada Alarm Sistem Keamanan

0 komentar:

Post a Comment

close