Dioda Bridge Gelombang Penuh (Bridge Rectifier) dan (Full Wave Rectifier)

Tempatnya para hobies elektronika mencari inspirasi

Dioda Bridge Gelombang Penuh (Bridge Rectifier) dan (Full Wave Rectifier)

Penyearah Gelombang Penuh (Full Wave Rectifier)

Dioda Bridge Gelombang Penuh (Bridge Rectifier) dan (Full Wave Rectifier)

Dibutuhkan dua buah dioda untuk bikin rangkaian dioda penyearah gelombang penuh, mirip contoh di atas setengan gelombang sisi positif bakal dihasilkan oleh tiap-tiap dioda, hingga tegangan outputnya yaitu 100% yakni paduan penjumlahan 1/2 phasa positipnya, hingga rata-rata tegangan keluaran DC yang mengalir pada resistor beban yaitu 2 x lipat dari rangkaian penyearah tunggal atau jadi 0, 637 x Vmax. Hingga didapat kesamaan basic sebagai beikut :

Vdc = (2xVmax) /π = 0, 637 x Vmax = 0, 9 x Vrms

Di mana ; Vmax yaitu nilai puncak dari satu dioda penyearah.

Penyearah Bridge Gelombang Penuh (Bridge Rectifier)

Bila diperlukan tegangan positif serta tanda negatif dengan tanda penuh, jadi dibutuhkan rangkaian penyearah dengan 4 buah dioda yang sama-sama tersambung dengan cara tertutup. Rangkaian itu dikenali dengan nama dioda dengan system jembatan atau kerap dimaksud dioda bridge. Rangkain type ini begitu bermanfaat untuk penggunan pada type trafo yang tak ada Center Tape (CT). Cermati gambar berikut ini :

Rangakain Penyearah Bridge

Dioda Bridge Gelombang Penuh (Bridge Rectifier) dan (Full Wave Rectifier)

Tegangan output dari rangkaian Bridge ini yaitu tegangan positif serta tegangan negatif, di mana pada contoh rangkaian di atas tegangan positif (+) didapat dari dioda D1 serta D2 serta tegangan negatif (-) dihasilkan oleh dioda D3 serta D4 dengan system penyearahan gelombang penuh.

D1 serta D2 bakal melupakan gelombang arus positifnya lantaran posisi diodanya forward bias (arus maju), sedang D3 serta D4 cuma bakal melupakan gelombang arus negatifnya saja lantaran posisi dioda itu reverse bias.


Frekwensi output pada rangkaian penyearah Bridge yaitu 2x frekwensi input, contoh bila frekeunsi dari trafo sebesar 50Hz jadi frekwensi output yaitu 100Hz, namun bila memakai trafo CT besarnya frekwensi dari masing masihlah phasa pada CT yaitu sama dengan frekwensi input.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Dioda Bridge Gelombang Penuh (Bridge Rectifier) dan (Full Wave Rectifier)

0 komentar:

Post a Comment